daftar Pengunjung

Rabu, 17 Juli 2013

Laporan Praktikum Modul Rod Mill

BAB III ROD MILL






3.1 Landasan Teori
Penggerusan dengan rod mill diterapkan dengan cara penggerusan basah dan kering, rod mill digunakan pada prymary grinding sebelum dilanjutkan dengan ball mill. Disamping itu rod mill digunakan untuk preparasi bijih untuk proses gravity konsentrasi dengan produk mempunyai ukuran 4-100 mesh, dapat juga digunakan untuk umpan pembuatan klinker semen.
(Rod mills) mampu mereduksi (feed) dengan ukuran 50 mm menjadi produk dengan ukuran 300 μm. Rasio reduksi biasanya antara 15: 1 s.d. 20:1. Ciri khusus dari (rod mill) adalah panjang (cylindrical shell)-nya antara 1,5 dan 2,5 kali diameternya.
Gambar 3.1 Tampilan Rod Mill

(Mill)  dengan panjang 6,4 m, diameternya tidak boleh lebih dari 4,57 m. Rod mills) dengan diameter lebih dari 4,57 m dengan panjang 6,4 m dapat digunakan dengan motor 1640 kW. 

Daya yang dibutuhkan untuk kapasitas tertentu dapat diperkirakan dengan persamaan Bond:
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHcs_VvrHHO7aO__va9YNBDVhatfFBykIsuwcYkyPcZ-C9Ny0yr4Xok_dLxGumTSXeMVgLvK1Dtp7xYoMD4BjkPNRNiJ2_x1e-pPKzc3xd-PlVHgTZY-Tqibdx7P6bEESX2Fh2z8P3_Cw/s200/6.JPG
Persamaan Bound
·         Jenis – jenis Rod Mill
-          Centre peripheral discharge mills
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtHMVgdBA_RggagioqYT9gfKl9kJt5Ta1tt797tTO3o7W0V8vLdz7OlACitRAzcE8m4sbvZ2DY-QM3yEMuyIxwGS5H-ZIIwKIBXgbSRJTOLvWtFmgEuOmkyh08pRpE-xc-GbXSOy0yaUY/s320/4.JPG
Gambar 3.2 centre peripheral discharge mill
Pada centre peripheral discharge mills,  feed dimasukkan dari kedua ujungnya ke dalam trunnions dan hasilnya dikeluarkan melalui port sirkumferen pada bagian tengah shell. Mill ini dapat digunakan untuk penghalusan basah atau kering dan banyak dipakai dalam menyiapkan pasir-pasir khusus dalam jumlah besar.

-          End peripheral discharge mills
Pada end peripheral discharge mills feed dimasukkan dari salah satu ujungya ke trunnion dan produk dikeluarkan dari ujung lainnya. Mill ini digunakan umumnya untuk penghalusan kering dan lembab.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKb3oCEHYKVcAB9Vds4DYLV6MsO3Zuk45M1vTDysRkFsS7G9MY1a4ACWscxco-qC34qreUcKk8hT3Ks68nCxLG-HqG-Z_k5yggnSi5j2Gt_pP-bhzQ4yl0Kvhx-jQMB9uWHL-xieekMrs/s320/2.JPG
Gambar 3.3 end peripheral discharge mills
Jenis (rod mill) yang paling banyak digunakan dalam industri pertambangan adalah (trunnion overflow), dimana umpan dimasukkan melalui sebuah (trunnion )dan dikeluarkan melalui yang lainnya. Jenis (mill) ini hanya digunakan untuk penghalusan basah fungsi dasarnya adalah untuk mengkonversi produk (crushing plant)  menjadi (ball-mill feed). Diameter (overflow trunnion)  lebih besar 10-20 cm dari bukaan umpan untuk membuat aliran yang tinggi.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-FFI358A1Yc2vJ3uwYbYc1K12d4-wYJZReENPIenVcfDmF3qtuJtz9-Yi-xSANARBXyFIP9e9_GuTAiXHxIJnHlVzJEbd-nDSE__5mcCTJ4xz7Wl7h69q3jIeY0BqqNFx10-q-B38Z3M/s320/3.JPG
Gambar 3.4 overflow mill
Untuk (rods) ini digunakan baja karbon tinggi. Jumlah penghalusan yang optimal diperoleh jika volumenya 35 % dari (shell). Pemakaian (rod) tergantung kepada karakteristik (mill feed), kecepatan penggilingan, panjang (rod), dan ukuran produk; normalnya berkisar antara 0,1-1,0 kg baja per ton bijih untuk penghalusan basah, dan kurang dari itu untuk penghalusan kering.
(Rod mills) normalnya bekerja antara 50 dan 65% dari kecepatan kritisnya.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDR2AT6qR3N-ZAWrk8fXfJ1i8YTZreFczg-5oKYyDQSXo6wmP2DKj6GzINi01bA_QWcpGcQ4BjaAGLG8-RyAFDSNOhfwYvQCnGCwheN537boVDVpNm_C0srUN6i_jG_X_JRL5SLHTxY6A/s320/5.JPG
Gambar 3.5 Grinding action of rocks at Rod Mill
3.2 Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum (Rod Mill) adalah menentukan RR80 dari hasil penggerussan, dimana waktu penggerusan setiap umpan berbeda – beda dan memisahkan mineral pengganggu yang msih menyatu dengan mineral berharganya.

3.3 Sistematika Alat
Sistematika alat dari (Rod Mill) yaitu menggunakan energi kinetik dari slinder baja yang bersama  -sama dengan umpan dalam (crusher), pada saat terjadinya pemutaran kemudian umpan dan silinder baja terlempar bersama – sama ke dinding (crusher) saat itulah terjadinya penggerusan pada umpan yang kita masukkan pada (Rod Mill).









3.4 Alat dan Bahan
3.4.1 Alat
Alat-alat yang digunakan dalam proses pereduksian dengan Rod Mill yaitu :
1.      Rod mill, sebagai alat untuk menggerus batuan.
2.      Stopwatch sebagai alat pencatat waktu.
3.      Timbangan Elektrik (neraca analitik) sebagai alat menimbang berat bahan dan plastik
4.      Sieve shekar sebagai ayakan yang digunakan untuk mengelompokkan butiran sesuai dengan ukuran butirannya.
5.      Kantong plastik sebagai wadah sample dari tiap ayakan.
6.      Kemoceng 1 buah sebagai pembersih alat.
7.       Dulang 2 Buah untuk tempat sample setelah proses pengerusan.
8.      Scrap 2 buah untuk mencampur sample.
9.      Spidol, untuk membuat tanda pada tiap plastik berisi sampel sebagai pengenal.
10.  Pulpen dan kertas (buku), sebagai alat tulis dan tempat menulis data yang diperoleh.

3.4.2 Bahan
Bahan yang digunakan  sebagai umpan adalah yang tertahan ayakan no 10 pada proses sebelumnya (Hamer Mill)
Gambar 3.6 Bahan yang digunakan pada percobaab Rod Mill



 


  
     Neraca analitik                               sekop                             Silinder Baja
                   
                dulang                                                      Rod Mill               
Description: 07042008361                                        
                      Screen                                                                scrap  
                                  
                        Spidol                                                                    Kemoceng                                  
Gambar 3.7 alat yang digunakan dalam praktikum Rod Mill
3.5 Prosedur Percobaan
1.      Menimbang umpan tertahan 10# sebanyak ± 1500 gr, dan membaginya dalam 3 bagian.
2.      Menggerus umpan I dalam waktu 30 sekon, umpan II 60 sekon dan umpan III 90 sekon dengan menggukan Rod Mill.
3.      Menimbang hasil penggerusan Rod Mill tiap bagian .
4.      Mengayak produk dengan durasi 300 sekon.
5.      Menimbang produk tiap ukuran mesh pada ayakan.
6.      Setelah menimbang produk tiap mesh,  menyatukan kembali dalam 1 tempat(plastik).
7.      Mencatat hasil penimbangan
8.      Malakukan pengolahan data dan mencari RR80 dengan membandingkan 80% umpan dengan 80% produk.


 3.6 Pengolahan Data
Umpan yang praktikan gunakan yaitu produk yang tertahan ayakan no 10 dengan berat total 1500 gr, dengan demikian F80 = 1,68 mm (Klasifikasi Tayler) dan membaginya dalam 3 bagian yang sama.
Umpan 1
Berat awal                               = 503,2 gr
Berat setelah di Rod Mill        = 498,0 gr
Waktu Penggerusan                = 30 sekon
Waktu Pengayakan                 = 300 sekon
Tabel 3.1 Produk Pengayakan Umpan Bagian 1
                    
NO
MESH
LUAS (mm)2
BERAT PLASTIK (gr)
BERAT PLASTIK + SAMPEL (gr)
BERAT SAMPEL (gr)
BERAT KOMULATIF (gr)
% LOLOS KOMULATIF
1
#10
1,68
3,2
380,4
377,2
428,8
100,00
2
#20
0,841
3,2
42,8
39,6
51,6
12,03
3
#40
0,42
3,2
8
4,8
12
2,80
4
#60
0,25
3,2
6
2,8
7,2
1,68
5
#80
0,178
3,2
5,2
2
4,4
1,03
6
#100
0,15
3,2
3,2
0
2,4
0,56
7
#120
0,125
3,2
3,8
0,6
2,4
0,56
8
#140
0,105
3,2
3,5
0,3
1,8
0,42
9
#200
0,073
3,2
3,5
0,3
1,5
0,35
10
<200
0,073
3,2
4,4
1,2
1,2
0,28





428,8



Nilai P80 = 1,49 mm
Maka RR80  =
                      =
                      = 1,1275   

 Umpan 2
Berat awal                               = 503,4 gr
Berat setelah di Rod Mill        = 500,4 gr
Waktu Penggerusan                = 60 sekon
Waktu Pengayakan                 = 300 sekon
Tabel 3.1 Produk Pengayakan Umpan Bagian 2

NO
MESH
LUAS (mm)2
BERAT PLASTIK (gr)
BERAT PLASTIK + SAMPEL (gr)
BERAT SAMPEL (gr)
BERAT KOMULATIF (gr)
% LOLOS KOMULATIF
1
#10
1,68
3,2
340,2
337
445,8
100,00
2
#20
0,841
3,2
91,4
88,2
108,8
24,41
3
#40
0,42
3,2
13,3
10,1
20,6
4,62
4
#60
0,25
3,2
5,8
2,6
10,5
2,36
5
#80
0,178
3,2
5
1,8
7,9
1,77
6
#100
0,15
3,2
4,4
1,2
6,1
1,37
7
#120
0,125
3,2
4,3
1,1
4,9
1,10
8
#140
0,105
3,2
4,1
0,9
3,8
0,85
9
#200
0,073
3,2
3,6
0,4
2,9
0,65
10
<200
0,073
3,2
5,7
2,5
2,5
0,56





445,8





Nilai P80 = 1,46 mm
Maka RR80 =
                      =
                      = 1,15  

Umpan 3
Berat awal                               = 503,4 gr
Berat setelah di Rod Mill        = 499,7 gr
Waktu Penggerusan                = 90 sekon
Waktu Pengayakan                 = 300 sekon
Tabel 3.1 Produk Pengayakan Umpan Bagian 3

NO
MESH
LUAS (mm)2
BERAT PLASTIK (gr)
BERAT PLASTIK + SAMPEL (gr)
BERAT SAMPEL (gr)
BERAT KOMULATIF (gr)
% LOLOS KOMULATIF
1
#10
1,68
3,2
388,7
385,5
445,4
100,00
2
#20
0,841
3,2
38
34,8
59,9
13,45
3
#40
0,42
3,2
14
10,8
25,1
5,64
4
#60
0,25
3,2
7,3
4,1
14,3
3,21
5
#80
0,178
3,2
6
2,8
10,2
2,29
6
#100
0,15
3,2
4,8
1,6
7,4
1,66
7
#120
0,125
3,2
4,8
1,6
5,8
1,30
8
#140
0,105
3,2
4
0,8
4,2
0,94
NO
MESH
LUAS (mm)2
BERAT PLASTIK (gr)
BERAT PLASTIK + SAMPEL (gr)
BERAT SAMPEL (gr)
BERAT KOMULATIF (gr)
% LOLOS KOMULATIF
9
#200
0,073
3,2
3,7
0,5
3,4
0,76
10
<200
0,073
3,2
6,1
2,9
2,9
0,65





445,4



Nilai P80 = 1,485 mm
Maka RR80 =
                      =
                      = 1,13  
3.7 Pembahasan
Dari praktikum yang telah praktikan lakukan praktikan medapat  % lolos  komulatif, produk dan RR80 untuk setiap umpan dalam selang waktu proses yang berbeda-beda dengan F80 yang tetap yaitu 1,680 mm, karena menggunkan pruduk yang lolos ayakan no 10. Untuk menentukan RR80 dengan rumus berikut
Maka RR80 =  
Dimana : F80    = ukuran umpan pada 80% pada grafik
         P80     = ukuran umpan pada 80% pada grafik
-          Umpan  bagian 1 dengan  Berat awal = 503,2 gr, setelah di reduksi di Rod Mill = 498,0 gr waktu pengayakan 30 sekon dan berat akhir = 428,8 gr, nilai P80% = 1,49 mm, sehingga RR80 = 1,1275
-          Umpan  bagian 2 dengan  Berat awal = 503,4 gr, setelah di reduksi di Rod Mill = 500,4 gr waktu pengayakan 60 sekon dan berat akhir = 445,8 gr, nilai P80% = 1,46 mm, sehingga RR80 = 1,15
-          Umpan  bagian 3 dengan  Berat awal = 503,4 gr, setelah di reduksi di Rod Mill = 449,7gr waktu pengayakan 90 sekon dan berat akhir =  445,4  gr, nilai P80% = 1,485  mm, sehingga RR80 = 1,13
Pada proses pengerusan atau pereduksian dengan menggunakan (Rod Mill) berguna untuk memisahkan mineral mineral pengotor yang masih menyatu dengan mineral berharganya, itulah sebabnya dilakukan proses lanjutan (secandary crusher). Jumlah berat umpan yang di masukkan dalam (crusher) terjadi kehilangan berat (loss) hal tersebut karena beberapa hal yaitu, sebagian umpan tertinggal dalam alat sehingga dianggap berat yang hilang, selanjutnya pada saat penuangan produk ke suatu tempat (plastik) dan selanjutnya pada saat pengeluaran produk dari (crusher) umpan yang berukuran (micro) terhembus dan terbawa oleh angin. Hal-hal tersebutlah yang mengakibatkan perbedaan antara berat umpan denga berat produk (berat produk lebi rendah daripada berat umpan)




3.8 Aplikasi
Aplikasi (Rod Mill) pada perusahaan pertambangan yaitu berguna untuk meningkatkan jumlah produksi dan meningkatkan kualitas produksi suatu perusahaan, dimana proses (Rod Mill) yaitu menggerus umpan yang umpannya berasal dari hasil perduksian sebelumnya (primary Crusher) dengan memisahkan mineral – mineral pengganggu yang masih menyatu dengan mineral berharganya supaya mendapatkan produk baik. Pada umumnya Rod Mill digunakan dalam perusahaan logam dan nonlogam, seperti pasir, besi, dolomit, keramik dll.
























3.9 Kesimpulan dan Saran
3.9.1 Kesimpulan
Dari praktikum yang telah praktikan lakukan, praktikan dapat menyimpulkan bahwa :
1.      Rod Mill merupakan lanjutan dari Primary crusher yaitu secondary crusher (tahap pereduksian lanjutan dari primari)
2.      Rod Mill merupakan salah satu bagian pereduksian batuan yaitu  menggerus dengan menggunakan silinder baja, yang bertujuan untuk memisahkan mineral pengotor yang masih menyatu dengan mineral berharganya.
3.      Pada pereduksian dengan Rod Mill nilai RR80 relatif kecil, hal tersebut dipengaruhi oleh F80 (nilai 80 % pada umpan), karena pada pereduksian ini praktikan mengunakan umpan yang tertahan ayakan no 10.
4.      Pada pereduksian menggunakan Rod Mill semakin lama waktu pengayakan maka semakin banyak produk yang berukuran milli (lolos ayakan < 200)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar