BAB IV BALL MILL
4.1. Landasan Teori
Sebuah Ball Mill grinds materi dengan memutar silinder
dengan bola penggilingan baja, menyebabkan bola jatuh kembali ke dalam silinder
dan ke material yang akan tanah. Rotasi biasanya antara 4 sampai 20 putaran per
menit, tergantung pada diameter pabrik. Semakin besar diameter, semakin lambat
rotasi. Jika kecepatan keliling pabrik terlalu besar, ia mulai bertindak
seperti mesin pemisah dan bola tidak jatuh kembali, tapi tinggal di sekeliling
pabrik.
Titik di mana pabrik menjadi centrifuge disebut
"Kecepatan Kritis", dan pabrik bola biasanya beroperasi pada 65%
sampai 75% dari kecepatan kritis.
Bola Mills umumnya digunakan untuk menggiling bahan 1/4 inci
dan lebih halus, sampai ke ukuran partikel 20 sampai 75 mikron. Untuk mencapai
efisiensi yang wajar dengan pabrik bola, mereka harus dioperasikan dalam sistem
tertutup, dengan bahan kebesaran terus menerus diresirkulasi kembali ke pabrik
menjadi berkurang. Berbagai pengklasifikasi, seperti layar, pengklasifikasi
spiral, badai dan pengklasifikasi udara digunakan untuk mengklasifikasi debit
dari pabrik bola.
Menurut cara pengeluarannya produknya (discharge) ball mill dapat dibedakan. Bila produk gerusan keluar dengan
sendirinya disebut overflow, tetapi
bila produk keluar melalui saringan yang dipasang pada ujung pengeluaran produk
disebut grate discharge mill.Panjang
bagian silender dari mill kira-kira
sama dengan diameternya. Pada tlpe discharge yang terakhir ini,
produk dapat dengan bebas keluar, peremukan material di dalam mill rendah (lebih rendah dari overflow mill) dan ( over grinding) minimum.
Gambar 4.1 Gigi Penggerak alat penghancur Ball Mill
Alat yang banyak
dipakai pada tahap penggerusan adjalah penggerus bola (ball mill), ditunjukkan secara
skematik alat penggerus bola. Bentuk alat penggerus ini mirip drum minyak yang kedua ujungnya
berbentuk kerucut dengan diameter danball mill dapat bekerja secara sinambung, masukan pada salah satu sisi dankeluaran
pada sisi yang lainnya.Ball mill
berputar melaluisumbu horizontaltinggi untuk
masing-masing ujung berbeda kemudian diletakkan horizonal. Biasanya nisbah
antara panjang drum terhadap diameternya berkisar 1,5:1 atau lebih kecil.
Apabila nisbah ini lebih besar dari 1,5:1
maka biasanya disebut tubemill.
Penggerus diputar pada porosnya dengan kecepatan tertentu. Ke dalam alat ini
dimasukkan bola baja sebagai media penggerus, air untuk membentuk lumpur (pulp), dan material yang akan digerus.
Umpan basah (biasanya sekitar 60-70% solid) dimasukkan dari salah satu ujung
dan produk yang telah halus keluar dari ujung yang lain. Operasi penggerusan
terjadi antara bola baja (atau bola keramik, tergantung kebutuhan) yang
diselimuti lumpur material dengan dinding drum.
Agar dinding drum tidak aus maka di
permukaannya dipasang 'liner' yang
selain berfungsi sebagai pelindung dinding drum, juga berfungsi sebagai
pengingkat materiai mengikuti putaran drum.
Gambar 4.2 Bagian dan sisi-sisi Ball
Mill
Ball mill merupakan suatu mesin penggiling
berbentuk silinder yang digunakan untuk menggilingatau mencampurkan material
seperti biji, bahan baku keramik dan cat. Ball
mill berputar melaluisumbu horisontal yang dipenuhi dengan material yang
ingin digiling beserta dengan mediumpenggiling. Berbagai material dapat
digunakan sebagai media seperti bola keramik, batu api, danbola yang terbuat
dari stainless steel.
Pada skala
industri, ball mill dapat bekerja
secara sinambung, masukan pada salah satu sisi dankeluaran pada sisi yang
lainnya. Ball mill berkualitas tinggi
dapat menggiling partikel campuranmenjadi sekecil 5 nm, meningkatkan luas
permukaan dan laju reaksi secara besar. Ball mill dapatmenggiling berbagai macam biji dan material baik
basah ataupun kering. Terdapat dua macam ballmill
berdasarkan cara pelepasan material, yaitu tipe parutan dan tipe overfall.
Selain jenis
ball mill yang biasa, terdapat jenis
kedua dari ball mill yang disebut
dengan :
v Planetary
Ball Mill.
Berikut
adalah jenis ball mill ini memiliki
ukuran lebih kecil daripada ball mill yang
biasa dan biasa digunakandalam laboratorium untuk menggiling material sampel
menjadi ukuran terkecil. Planetary Ball
Mill Terdiri dari paling sedikit satu botol penggiling yang disusun
secara eksentris pada roda matahari.Arah pergerakan dari roda matahari
berlawanan dengan botol penggiling. Bola penggiling dalambotol penggiling
diletakkan di atas pergerakan rotasi yang disebut dengan gaya Corioli. Perbedaankecepatan antara bola
dan botol penggiling menghasilkan interaksi antara gaya gesek dan tekanyang
melepaskan energi dinamik yang tinggi. Perbedaan gaya ini menghasilkan tingkat
pengecilanukuran yang tinggi dan efektif dari Planetary Ball Mill.
Gambar 4.3
Konstruksi Ball Mill
S Prinsip
Kerja Ball Mill Mesin Ball
Jenis Millyang kita gunakan ini memiliki tipe
horisontal, berbentuk tabung, dan dua tempat penyimpanan. Bagian luar mesin
berjalan sepanjang roda gigi. Material masuk secara spriral dan merata dalam
tempat penyimpanan pertama. Dalam tempat penampungan ini ada ladder scaleboard atau ripplescaleboard, dan steelball dengan berbagai macam
spesifikasi yang dipasang pada scaleboard. Seiring
dengan perputaran tubuh barel yang kemudian menghasilkan gaya sentrifugal, steel ball akanterbawa pada ketinggian
tertentu dan jatuh untuk membuat material tergiling. Setelah prosespenggilingan
dalam tempat penyimpanan pertama, material akan masuk dalam tempatpenampungan
kedua untuk kembali digiling dengan steel
ball dan scaleboard. Akhirnya,
bubuk akandibawa ke papan penampungan produk akhir dan proses kerja sepenuhnya
lengkap.
A. Klasifikasi Ball Mill
Klasifikasi ball mill didasarkan pada efektivitas
pengurangan ukuran partikel, total energi yang dikonsumsi, dan waktu pengausan
dari dinding tabung ball millMilldan bola-bola
penggerus.Tipe-Tipe Grinding yaitu:
a.Tumbling
Merupakan
suatu alat silinder yang horisontal yang hampir separuhnya diisi dengan
alat-alat penghancur, biasanya besi cor atau bola baja. Alat ini terdiri dari
silinder rotasi yang berukuran besar, yang secara ekstensif digunakan pada
beberapa industri untuk meremukkan dan menggerus material ukur an besar menjadi
material berukuran butir (granular)
atau bahkan menjadi materia l dengan ukuran sangat halus (mill). Tumbling Mill bisa
digolongkan menurut bentuknya ke dalam dua tipe, yaitu silindris dan cylindro-conical.
a.
The Hardinge
Mill
Alat Ini
adalah suatu peralatan yang dipicu oleh daya yang berasal dari bijih yang ada
didalamnya sehingga merubah ukuran dari bijih tersebut menjadi lebih halus
lagi.Hal ini menyebabkan bijih yang sangat lembut meluap sebagai suatu ukuran
yang lebih halus lagi ke bagian yang berikutnya.
b. The Cascade Mill
Dalam studi
menyangkut proses dinamis, atau mengetahui suatu gangguan, tentangproses
penggerusan, maka ada empat hal yang perlu untuk dipertimbangan:
1. Proses
penggerusan memberi suatu pengertian yang mendalam ke dalam cara dimana suatu
perubahan pada setiap variabel mempengaruhi capaian proses penggerusan, yang
dapat memperlambat atau mempercepat proses, kumulatif setelah jangka waktu tertentu
atau yang dihaluskan oleh suatu hak milik yang yang self-stabilisingmenyangkut sirkit, dan ke dalam mana bagian menyangkut
sirkit menjadi perubahan didalam variabel individu merasa kebanyakan.
2. memungkinkan
cause-effect hubungan untuk dikenali
dan suatu pemilihan benar untuk dibuat darimenyangkut variabel yang mana harus
digunakanuntuk kendali tertentutujuan.
3. Data dinamis
mungkin adalah digunakan untuk membangun dan memverifikasimodel dinamis
menyangkut proses yang mana boleh kemudian digunakan untuk mendisain dan test
mengendalikan rencana.
4. Data dinamis
yang mana diperoleh dengan mempelajari diatas suatu interval waktu yang
pendek/singkat adalah tanggapan suatu proses kepada manipulasi yang yang
sengaja suatu variabel memberi data yang lebih dapat dipercaya dan akurat
tentang capaian suatu proses dibanding lakukan posisi mantap data. Alasan untuk
ini adalah kesalahan itu dapat jauh lebih siap dideteksi dengan data dinamis.
Gambar 4.4Ball Mill
Penggerusan adalah
proses lanjutan pengecilan ukuran dari yang sudah berukuran 2,5 cm menjadi
ukuran yang lebih halus. Pada proses penggerusan dibutuhkan media penggerusan
yang antara lain terdiri dari :
1.
Bola-bola baja atau keramik (steel or ceramic balls).
2.
Batang-batang baja (steel rods).
3.
Campuran bola-bola baja dan bahan galian
atau bijihnya sendiri yang disebut semi autagenous
mill (SAG).
4.
Tanpa media penggerus, hanya bahan
galian atau bijihnya yang saling menggerus dan disebut autogenous mill.
Peralatan penggerusan
yang dipergunakan adalah :
1.
Ball
mill
dengan media penggerus berupa bola-bola baja atau keramik.
2.
Rod
mill
dengan media penggerus berupa batang-batang baja.
3.
Semi
autogenous mill (SAG) bila media penggerusnya sebagian
adalah bahan galian atau bijihnya sendiri.
4. Autogenous mill
bila media penggerusnya adalah bahan galian atau bijihnya sendiri.
Gambar 4.5Ball Mill
Classfier
Ball Fitur Mill:
1.
Adalah alat
yang efisien untuk grinding banyak
bahan menjadi bubuk halus.
2. Pabrik bola
digunakan untuk menggiling berbagai jenis bahan tambang dan lainnya, atau untuk
memilih tambang.
3. Pabrik Bola
secara luas digunakan dalam bahan bangunan, dan industri kimia.
4.
Ada dua cara penggilingan:. cara kering dan cara basah.
5.
Bola pabrik dapat dibagi menjadi tipe tabel dan jenis
mengalir menurut tambang differentexpelling.
6.
Untuk menggunakan ball mill, bahan untuk digiling
dimuat ke dalam barel neoprene yang
berisi media grinding.
7.
Sebagai barel berputar, bahan yang hancur antara
potongan-potongan individual dari grinding media bahwa campuran dan
menghancurkan produk menjadi bubuk halus selama beberapa jam.
8.
Semakin lama pabrik bola berjalan, lebih halus bubuk
akan.
9.
Ukuran
partikel Ultimate sepenuhnya tergantung pada seberapa keras materi yang Anda
grinding, dan waktu berapa lama pabrik bola berjalan.
10.
Pabrik bola
kami telah digunakan untuk menggiling kaca, bubuk produk
makanan,
membuat pernis kustom, membuat glasir keramik, bahan kimia
bubuk yang
beragam.
11.
Complet ely desain
dilas tertutup di bermutu tinggi baja.
a.
Mekanisme Gerusan
Penggerusan dilakukan tumbling mill dipengaruhi oleh ukuran, banyaknya
macam gerakan dan rongga diantara (void)
media gerus. Berlawanan dengan peremukan yang tedadi diantara dua muka yang
keras, penggerusan tergantung pada peluang dari partikel untuk digerus.
Penggerusan terjadi karena gaya atau beberapa gaya bekerja pada partikel,
yaitu: Impact atau compresi, chipping dan abrasion. Gaya-gaya ini mengubah bentuk partikel sampai melewati
batas yang ditentukan oleh tingkat elastisitas dan menyebabkan remuk.
Pengumpanan
ke dalam penggerus dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan cara
mengalirkan lumpur ke dalam drum atau dengan cara menggunakan 'scoopfeeder' yang terletak di salah satu
ujung drum. Kecepatan putar drum ditentukan dari diameter drum dan diameter
bola penggerus. Secara umum kecepatan putarnya ditentukan dari kecepatan
kritisnya, yaitu :
di sini D adalah diameter dalam drum (ft) dan d adalah diameter bola
penggerus (ft).
Apabila
diameter bola penggerus cukup kecil dibandingkan dengan diameter drum maka:
Kecepatan kritis adalah kecepatan putar
drum di atas mana material (bola dan lumpur) akan menempel di permukaan drum,
sehingga tidak terjadi penggerusan, seolah-olah hanya terjadi proses
sentrifugal saja. Kecepatan putar drum biasanya berkisar 80% dari kecepatan
kritisnya. Putaran drum yang terlalu cepat akan mengangkat material cukup
tinggi kemudian jatuh menimpa material di bawahnya, peristiwa ini disebut 'cataracting' di mana gaya impak lebih
berpengaruh daripada gaya gerus. Putaran drum yang terlalu rendah hanya akan
mengangkat material sampai ketinggian tertentu kemudian bergulir kembali ke
bawah sambil berputar, sehingga lebih banyak dipengaruhi gaya gerus, keadaan
ini disebut 'cascading'.
Ditunjukkan
secara skematik alur material di dalam penggerus. Putaran penggerus yang
melebihi kecepatan kritisnya mengakibatkan semua material berputar mengikuti
alur lingkaran sehingga tidak terjadi operasi penggerusan. Bila putaran
penggerus cukup rendah, maka material akan mengikuti alur parabolik.
Ditunjukkan
bahwa makin besar putaran penggerus maka energi yang diperlukan akan makin
besar pula, sampai mencapai titik tertingginya, kemudian menurun. Energi akan
berkurang bila penggerus berputar melebihi kecepatan kritisnya. Ditunjukkan secara skematik gaya-gaya
yang bekerja pada suatu bola berada di dalam penggerus. Suatu penggerus
berputar dengan kecepatan N putaran per detik.
Bila m adalah massa bola berada pada
jarak r dari titik pusat penggerus, dan V adalah kecepatan linier maka agar
bola tidak terlempar ke luar harus terjadi kesetimbangan gaya :
Gambar 4.6 Penampang Dari Ball Mill
Bola maka pada kecepatan kritis Nc yaitu pada saat
a
= 00, kesetimbangan yang terjadi adalah :
Gambar
4.7 Kesetimbangan Gaya pada bola dengan
jarak r dari pusat
Dengan
memasukkan g = 32,2 maka dapat diperoleh dengan mudah Persamaan
4.2 Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum ball mill agar praktikan mampu mengetauhui cara kerja alat ball mill,dan mencari RR80
dari percobaan ball mill tersebut.
4.3
Sistematika Alat
Prinsip mekanisme kerja ball
mill adalah dengan
menggunakan energi benturan bola
- bola yang terdapat dalam sebuah
tabung yang berputar oleh tenaga motor penggerak. Bola – bola yang
digunakan berfungsi sebagai pengahalus material.
4.4 Alat dan Bahan
4.4.1 Alat
Alat-alat yang
digunakan dalam proses pereduksian denganBall
Mill yaitu :
1.
Ball mill,
sebagai alat untuk menggerus batuan.
2. Stopwatchsebagaialatpencatatwaktu.
3.
Timbangan
Elektrik(neraca analitik)sebagai alat menimbang berat bahan dan plastik
4.
Sieve shaker sebagai ayakan yang digunakan untuk mengelompokkan butiran sesuai dengan
ukuran butirannya.
5.
Kantong
plastik sebagai wadah sample dari tiap ayakan.
6.
Kemoceng
untuk membersihkan alat.
7.
Dulang
2 buah untuk
tempat sample setelah proses penggerusan.
8. Scrap 2buahuntukmencampursample.
9. Spidol, untuk membuat tanda pada tiap plastik berisi
sampel sebagai pengenal.
10. Pulpen dan kertas (buku), sebagai alat tulis dan tempat
menulis data yang diperoleh.
11. Ball Alumina fungsinya
untuk memhancurkan /menghaluskan sampel.
4.4.2 Bahan
Bahan yang digunakan
sebagai umpan adalah yang tertahan ayakan nomor 10# pada proses sebelumnya (Hammer Mill)
|
|
Gambar 4.8 Bahan
Sampel
Neraca Analitik Kemoceng Scrap
Dulang Rod
Mill Plastik
Sieve Shaker Spidol Sekop
Stopwacth
Bola bola Aluamina
(besar, sedang dan kecil)
Gambar 4.9 Peralatan percobaan Ball
Mill.
4.5 Prosedur Percobaan
1.
Menimbang
produk tertahan 10# sebanyak ± 1500 gr, dan membaginya dalam 3 bagian.
2.
Menggerus
umpan dengan durasi waktu 60 sekon menggunaka Ball Mill dengan ketentuan :
- Umpan I menggunakan 10 bola besar.
- Umpan II menggunakan 20 bola sedang.
- Umpan III menggunakan 30 bola kecil.
3.
Menimbang
hasil penggerusan Ball Mill tiap
bagian dengan neraca analitik setelah memisahkan dari bola-bola alumina yang
digunakan.
4.
Mengayak
produk dengan durasi 300 sekon.
5.
Menimbang
produk tiap ukuran mesh pada ayakan.
6.
Setelah
menimbang produk tiap mesh,
menyatukan kembali dalam 1 tempat(plastik).
7.
Melakukan pengolahan data dan mencari RR80 dengan
membandingkan 80% umpan dengan 80% produk.
4.6 Pengolahan Data
Umpan yang praktikan gunakan yaitu produk yang tertahan
ayakan no 10 dengan berat total 1500 gr, dengan demikian F80 = 1,680 mm dan
membaginya dalam 3 bagian yang sama.
S Umpan bagian 1
Berat awal =
505,4gr
Media Penggerus =
10 bola besar
Waktu Penggerusan =
60 sekon
Berat setelah di Ball Mill = 502,6 gr
Waktu Pengayakan =
600 sekon
Berat setelah di ayak =
497,8 gr
Tabel 4.1 Produk Pengayakan Umpan bagian 1
|
NO
|
MESH
|
LUAS (mm)2
|
BERAT PLASTIK (gr)
|
BERAT PLASTIK + SAMPEL (gr)
|
BERAT SAMPEL (gr)
|
BERAT KOMULATIF (gr)
|
% LOLOS KOMULATIF
|
|
1
|
#10
|
1,68
|
3,2
|
469,4
|
466,2
|
497,8
|
100,00
|
|
2
|
#20
|
0,841
|
3,2
|
33,1
|
29,9
|
31,6
|
6,35
|
|
3
|
#40
|
0,42
|
3,2
|
4
|
0,8
|
1,7
|
0,34
|
|
4
|
#60
|
0,25
|
3,2
|
3,4
|
0,2
|
0,9
|
0,18
|
|
5
|
#80
|
0,178
|
3,2
|
3,4
|
0,2
|
0,7
|
0,14
|
|
6
|
#100
|
0,15
|
3,2
|
3,3
|
0,1
|
0,5
|
0,10
|
|
7
|
#120
|
0,125
|
3,2
|
3,2
|
0
|
0,4
|
0,08
|
|
8
|
#140
|
0,105
|
3,2
|
3,3
|
0,1
|
0,4
|
0,08
|
|
9
|
#200
|
0,073
|
3,2
|
3,3
|
0,1
|
0,3
|
0,06
|
|
10
|
<200
|
0,073
|
3,2
|
3,4
|
0,2
|
0,2
|
0,04
|
|
497,8
|
Gambar
4.8 Grafik % komulatif vs ukuran mesh
untuk produk bagian 1.
Nilai P80 = 1,51 mm
Maka RR80 =
=
=
1,112
S
Umpan
bagian 2
Berat awal =
508 gr
Media Penggerus =
20 bola sedang
Waktu Penggerusan =
60 sekon
Berat setelah di Ball Mill = 506,1 gr
Waktu Pengayakan = 600 sekon
Berat setelah di ayak =
499,6 gr
Tabel 4.2 Produk Pengayakan Umpan bagian 2
|
NO
|
MESH
|
LUAS (mm)2
|
BERAT PLASTIK (gr)
|
BERAT PLASTIK + SAMPEL (gr)
|
BERAT SAMPEL (gr)
|
BERAT KOMULATIF (gr)
|
% LOLOS KOMULATIF
|
|
1
|
#10
|
1,68
|
3,2
|
460,4
|
457,2
|
499,6
|
100,00
|
|
2
|
#20
|
0,841
|
3,2
|
42
|
38,8
|
42,4
|
8,49
|
|
3
|
#40
|
0,42
|
3,2
|
4
|
0,8
|
3,6
|
0,72
|
|
4
|
#60
|
0,25
|
3,2
|
3,6
|
0,4
|
2,8
|
0,56
|
|
5
|
#80
|
0,178
|
3,2
|
3,6
|
0,4
|
2,4
|
0,48
|
|
6
|
#100
|
0,15
|
3,2
|
3,5
|
0,3
|
2
|
0,40
|
|
7
|
#120
|
0,125
|
3,2
|
3,6
|
0,4
|
1,7
|
0,34
|
|
8
|
#140
|
0,105
|
3,2
|
3,5
|
0,3
|
1,3
|
0,26
|
|
9
|
#200
|
0,073
|
3,2
|
3,6
|
0,4
|
1
|
0,20
|
|
10
|
<200
|
0,073
|
3,2
|
3,8
|
0,6
|
0,6
|
0,12
|
|
|
|
|
|
|
499,6
|
|
|
Gambar
4.9 Grafik % komulatif vs ukuran mesh
untuk produk bagian 2.
Nilai P80 = 1,49 mm
Maka RR80 =
=
= 1,12
S Umpan bagian 3
Berat awal =
507,0 gr
Media Penggerus =
30 bola sedang kecil
Waktu Penggerusan =
60 sekon
Berat setelah di Ball Mill = 504,1 gr
Waktu Pengayakan = 600 sekon
Berat setelah di ayak =
495,69 gr
Tabel 4.3 Produk Pengayakan Umpan bagian 3
|
NO
|
MESH
|
LUAS (mm)2
|
BERAT PLASTIK (gr)
|
BERAT PLASTIK + SAMPEL (gr)
|
BERAT SAMPEL (gr)
|
BERAT KOMULATIF (gr)
|
% LOLOS KOMULATIF
|
|
1
|
#10
|
1,68
|
3,2
|
457,1
|
453,9
|
495,9
|
100,00
|
|
2
|
#20
|
0,841
|
3,2
|
38,8
|
35,6
|
42
|
8,47
|
|
3
|
#40
|
0,42
|
3,2
|
4,9
|
1,7
|
6,4
|
1,29
|
|
4
|
#60
|
0,25
|
3,2
|
4,1
|
0,9
|
4,7
|
0,95
|
|
5
|
#80
|
0,178
|
3,2
|
3,8
|
0,6
|
3,8
|
0,77
|
|
6
|
#100
|
0,15
|
3,2
|
3,8
|
0,6
|
3,2
|
0,65
|
|
7
|
#120
|
0,125
|
3,2
|
3,8
|
0,6
|
2,6
|
0,52
|
|
8
|
#140
|
0,105
|
3,2
|
3,9
|
0,7
|
2
|
0,40
|
|
9
|
#200
|
0,073
|
3,2
|
3,8
|
0,6
|
1,3
|
0,26
|
|
10
|
<200
|
<0,073
|
3,2
|
3,9
|
0,7
|
0,7
|
0,14
|
|
495,9
|
Gambar
4.10 Grafik % komulatif vs ukuran mesh
untuk produk bagian 3.
Nilai P80 = 1,49 mm
Maka RR80 =
=
= 1,12
4.7
Pembahasan
Dari
praktikum yang telah praktikan lakukan praktikan mendapatkan niali %
lolos komulatif, produk dan RR80
untuk setiap umpan dalam selang waktu proses yang berbeda-beda dengan F80 yang
tetap yaitu 1,680 mm, karena menggunakan produk
yang lolos ayakan no 10#. Untuk menentukan RR80 dengan
rumus berikut
Maka
RR80 =
Dimana
: F80 = ukuran
umpan pada 80% pada grafik
P80 = ukuran umpan pada 80% pada
grafik
Masing
–masing umpang digerus dan diayak dalam
waktu yang sama yaitu :
ü
Waktu pengerusan = 60 sekon
ü
Waktu pengayakan = 600 sekon
S Umpan bagian 1 dengan Berat awal = 505,4 gr, digerus menggukan 10
bola besar, setelah di gerus di Ball
Mill = 502,6 gr dan berat stelah pengayakan
= 497,8 gr, nilai P80% = 1,51 mm, sehingga RR80 =
1,112.
S Umpan bagian 2 dengan Berat awal = 508,0 gr, digerus menggukan 20
bola sedang, setelah di gerus di Ball
Mill = 506,1 gr dan berat stelah pengayakan
= 499,6 gr, nilai P80% = 1,49 mm, sehingga RR80 =
1,12.
S Umpan bagian 3 dengan Berat awal = 507,0 gr, digerus menggukan 30
bola kecil, setelah di gerus di Ball
Mill = 504,1 gr dan berat stelah pengayakan
= 495,9 gr, nilai P80% = 1,49 mm, sehingga RR80 =
1,12
Pada
proses pengerusan atau pereduksian dengan menggunakan Ball Mill berguna untuk memisahkan mineral mineral pengotor yang
masih menyatu dengan mineral berharganya, itulah sebabnya dilakukan proses
lanjutan (secandary crusher). Jumlah
berat umpan yang di masukkan dalam crusher
terjadi kehilangan berat (loss) hal
tersebut karena beberapa hal yaitu, sebagian umpan tertinggal dalam alat
sehingga dianggap berat yang hilang, selanjutnya pada saat penuangan produk ke
suatu tempat (plastik) dan selanjutnya pada saat pengeluaran produk dari crusher umpan yang berukuran micro terhembus dan terbawa oleh angin.
Hal-hal tersebutlah yang mengakibatkan perbedaan antara berat umpan denga berat
produk (berat produk lebih rendah daripada berat umpan).
4.8. Aplikasi Ball Mill
Ball Mill banyak digunakan dalam bubuk membuat jalur produksi di
industri, seperti bahan tambang, bangunandan kimia industri. Ini adalah
peralatan kunci untuk menggiling semua jenis bijih dan bahan lainnya, termasuk
semen, silikat, tipe baru bahan bangunan, bahan tahan api, pupuk, ganti bijih
logam besi dan (non-ferrous metal),
keramik kaca, dll.
Ball Mill adalah alat
penting untuk grinding setelah bahan dilumatkan. Ini mesin penggiling adalah
alat yang efisien untuk grinding berbagai bahan menjadi serbuk. MBS di Cina
adalah produsen profesional pabrik Grinding Ball.
Penerapan Mesin
penggiling: Ball mill
Ball Mill secara luas
diterapkan dalam industri semen, industri kimia, bahan bangunan baru, bahan
tahan api, pupuk, porselen dan kaca dll industri Pabrik Ball memiliki dua cara
penggilingan : proses kering dan proses basah
4.9 Kesimpulan dan Saran
4.9.1 Kesimpulan
Dari praktikum yang telahpraktikanlakukan,
praktikan dapat menyimpulkan bahwa :
1.
Ball
Mill merupakan lanjutan dari Primary Crusher
yaitu Secondary
Crusher
(tahap pereduksian lanjutan dari primary)
2.
Bal
Mill merupakan salah satu bagian pereduksian
batuan yaitu menggerus dengan
menggunakan bola-bola alumina, yang bertujuan untuk
memisahkan mineral pengotor yang masih terikat dengan mineral berharganya.
3.
Pada pereduksian dengan Bal Mill nilai RR80 relatif
kecil karena hal
tersebut dipengaruhi oleh F80 (nilai 80 % pada umpan), karena pada
pereduksian ini praktikan mengunakan umpan yang tertahan ayakan no 10#.
4.
Pada pereduksian
menggunakan Ball Mill semakin lama
waktu pengayakan maka semakin banyak produk yang berukuran mm
(lolos ayakan < 200#)